Archive for October, 2005

Kiat Mengadirkan Rasa Ingin Menulis

Saturday, October 8th, 2005

Ass. Wr. Wb.

Ku awali pengisian blog ini dengan keinginanku yang belum tercapai. Aku pingin banget jadi penulis. Tapi kenapa setiap aku mau memulai menulis seolah-olah ide dipikiranku perlahan-lahan menjauh dan lama-kelamaan menghilang. Aku heran…! Kok bisa hilang kayak gitu ya. Aku cari informasi di internet gimana cara agar menulis bisa gampang. Aku mulai mempelajarinya. Namanya juga usaha, kalo ada niat baik pasti hasilnya baik juga. Ternyata hasilnya lumayan juga. Buat temen2 yg pingin tau lebih jauh informasinya, aku punya salinan artikel yang ada di website www.eramuslim.com dengan judul “Kiat Menghadirkan Rasa Ingin Menulis”. Mungkin ini adalah awal buat kalian semua yang buntu pikiran alias pikarannya mampet waktu mau nulis. Maaf sebelumnya, ini bukan merupakan penjiplakan lho. Ini hanya sebagian kecil dari pengetahuan. Semoga informasi yang sekecil ini bisa bermanfaat buat kalian2 semua baik yang mau jadi penulis atau tidak. Selamat Membaca …

————————————————————————————————————————-

 Kiat Menghadirkan ‘Rasa Ingin’ Menulis.

          Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

          Saya senang menulis. Namun, saya hanya menulis ketika hati saya sedang ‘ingin menulis’. Kalau saya sedang ingin menulis, saya dapat menuangkan gagasan atau perasaan saya dengan lancar dan mudah. Tetapi ketika saya sedang tidak ingin menulis, kemudian saya paksakan, rasa-rasanya sulit sekali, walau hanya menuliskan beberapa paragraf saja.
Yang ingin saya tanyakan, apakah kasus yang saya alami ini merupakan kasus yang biasa terjadi untuk mereka yang sedang belajar menulis? Lalu, bagaimana kiat untuk mengatasi permasalahan yang saya alami ini? Agar saya senantiasa dapat menghadirkan keinginan untuk menulis setiap saat.
          Terimakasih.

          Jawaban:

          Wa ‘alaikumsalaam Wr. Wb.

          Poin penting yang sebenarnya merupakan kelebihan Anda adalah senang menulis. Sehingga kegiatan menulis merupakan aktifitas yang bukan menjadi beban karena Anda memiliki kecintaan menjalani. Siapapun yang melakukan aktifitas (apapun) dengan dasar kecintaan maka aktifitas tersebut bisa menghasilkan output yang optimal.
          Terbukti ketika Anda sedang ingin menulis maka dalam sekejap, bisa menghasilkan tulisan lewat proses yang tak banyak menghadapi kenalan. Menuangkan gagasan menjadi lebih lancar. Anda merasa mudah mengartikulasikan keinginan anda dalam menulis.
          Kalaupun setelah Anda evaluasi ternyata Anda hanya bisa menulis dengan lancar ketika ‘ingin’ dibandingkan saat sedang tidak ingin, bahkan menurut pengakuan Anda, membuat satu paragraf pun sukar merupakan kelaziman yang dihadapi oleh hampir sebagian besar penulis yang sedang dalam proses belajar berkarya. memang tidak bisa serta merta dekomparasikan dengan semangat para penulis profesional yang bisa menciptakan karyanya kendatipun mungkin sedang mengalami ‘bad mood’ dalam menulis. Namun dari eksplanasi berikut ini, kita bisa belajar banyak dari penulis profesional.
          Para penulis profesional biasanya meningkatkan standar ‘ingin’ seperti yang anda miliki menjadi level ‘harus’. Menulis menjadi sebuah kebutuhan, bukan lagi sebatas keinginan. Rasa ‘ingin’ biasanya rentan terhadap kendala. Baik eksternal maupun internal. Contohnya, ketika Anda ‘ingin’ menulis, namun pada saat yang sama di hadapan Anda tengah ada tontonan menarik, entah itu acara televisi atau di dekat rumah Anda sedang ada keramaian festival seni, sehingga Anda dihadapakan pada beberapa pilihan yang sulit untuk dilewatkan begitu saja. Bahkan akhirnya tak jarang rasa ‘ingin’ menulis tersebut diabaikan sejenak untuk mengikuti aktifitas lain yang menurut anda jauh lebih menarik.
          Sementara bagi penulis professional, menulis menjadi sebuah keharusan. ibaratnya seperti ungkapan ‘menulis atau mati’ sehingga mau tak mau harus menulis. Disamping biasanya pekerjaannya berkaitan dengan menulis, misalnya seorang penulis novel yang sedang diburu penerbit,seorang jurnalis yang tengah ditunggu tenggat waktu (deadline) maupun seorang pengasuh rubrik konsultasi pada sebuah situs yang harus merespon pertanyaan pembaca setiap hari.
          Ketika ‘ingin’ diubah menjadi ‘harus’ maka, tidak ada pilihan lain bagi siapapun yang menganut prinsip tersebut untuk tidak menulis. Aha! bagi seorang penulis professional bukan masalah yang besar, namun bagaimana dengan penulis pemula?
          Kiatnya sederhana: manajemen waktu dan tetapkan target. Kongkretnya begini, bila Anda cukup sibuk beraktifitas, entah itu bekerja atau menyelesaikan tugas kuliah yang menumpuk, maka upayakan satu waktu yang secara konsisten bisa dilakukan untuk menulis, misalnya selepas bangun pagi Anda menulis (apa saja!) selama satu jam. Dan tiap hari Anda menulis pada jam yang telah Anda tetapkan tersebut. Niscaya Anda lambat laun akan takjub melihat tulisan yang Anda hasilkan. Bahkan Anda akan bisa, tidak saja sekedar rasa ‘ingin’ namun akan berubah menjadi ‘harus’ menulis pada saat yang telah anda putuskan untuk menulis. Tapi ingat satu hal: konsistensi! Selalu menulis pada waktu yang telah diputuskan!
          Pengalaman Putu Wijaya mungkin bisa dijadikan referensi. Dulu saat masih menjadi wartawan, satrawan kelahiran Bali yang dikenal produiktif tersebut selalu menyempatkan menulis (apa saja) begitu sampai di kantor pada pagi hari. Tak heran biarpun dibelit banyak aktifitas seharian sebagai pencari berita, Putu tetap menghasilkan karya bermutu. Apa yang bisa kita pelajari? ternyata konsistensi berkait erat dengan produktifitas!
          Ada baiknya juga menetapkan target. Dalam kajian sosiologis, penetapan target merupakan ciri-ciri orang modern. Dengan target orang bisa mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan. Tapi kita tidak hendak mengulas atau memperdebatkan tentang modernitas, namun minimal dengan target yang kita buat sendiri, kita memiliki pencapaian sederhana yang hendak kita raih. Jadi yang dimaksud disini bukanlah sebuah perencanaan yang rumit dengan bebagai indikator atau parameter yang bisa didiskusikan secara ilmiah, namun panduan sederhana tentang output yang hendak diraih dalam interval waktu tertentu. tentunya yang berkaitan dengan karya tulisan yang hendak Anda buat.
          Sehingga Anda bisa menghadirkan rasa ‘ingin’ menulis ketika Anda telah berpandangan bahwa menulis adalah ‘keharusan’ menulis adalah sebuah ‘kebutuhan’. Layaknya Anda makan dan minum. Analoginya, kalau Anda tidak makan dan tidak minum makan Anda akan jatuh sakit. demikian juga, bila Anda tidak menulis, maka Anda akan tidak sehat.
          Menulis dari rasa ingin, disaat yang tepat, dilakukan secara konsisten, perlahan akan menjadi kebutuhan, gilirannya akan menjadi keharusan, Hasil finalnya adalah produktifitas!
Tidak percaya? mari kita buktikan bersama!

         Wassalaamu ‘alaikum W. Wb.

————————————————————————————————————————-

Gimana temen2 semua. Belum puaskah artikel diatas? Memang benar, kita kurang sekali membaca buku2. kita harus menambah referensi2 agar ide dan gagasan mudah sekali dituangkan dalam pena. Semoga pengetahuan yang kecil ini bisa membuahkan manfaat yang besar bagi kita semua, khususnya buat para penulis yang belum biasa menuangkan ide atau gagasan dalam sebuah tulisan.

Wass. Wr. Wb.

Welcome … Welcome …

Friday, October 7th, 2005

WELCOME ….. WELCOME …..

Buat temen2 yang mau berpartisipasi atau mau kasih uneg2 tentang apapun, dengan syarat tidak termasuk perbuatan yang dilarang AGAMA dan PEMERINTAH alias BERBUAT NEGATIF. Silahkan kirim apapun. Saran, kritik, cerita sedih maupun senang, curhat, gambar, puisi, lagu, sinopsis film, SEMUANYA DECH. Buruan ikutan nimbrung di BLOG-ku.
Aku tunggu ya …

THANK YOU FOR YOUR ATTENTION … !!! ???